Lompat ke konten
Beranda » Lem Sealant untuk Berbagai Kebutuhan Bangunan

Lem Sealant untuk Berbagai Kebutuhan Bangunan

lem sealant

Lem sealant merupakan material yang berfungsi sebagai perekat sekaligus penyegel celah pada berbagai jenis material bangunan. Berbeda dengan lem biasa yang hanya merekatkan dua permukaan, lem sealant mampu membentuk lapisan elastis setelah mengering sehingga sambungan tetap rapat meskipun terjadi pemuaian dan penyusutan akibat perubahan suhu. Karena karakteristik tersebut, produk ini banyak digunakan pada pemasangan kaca, aluminium, Aluminium Composite Panel (ACP), beton, keramik, hingga berbagai pekerjaan interior dan eksterior.

Tidak sedikit orang yang mencari informasi mengenai apa itu sealant, adhesive sealant, atau bahkan artikel lem kaca untuk mengetahui produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Padahal, setiap jenis sealant memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda. Memahami perbedaannya akan membantu Anda memilih produk yang tepat sehingga hasil pemasangan lebih kuat, rapi, dan tahan lama.

Apa Itu Lem Sealant?

Secara sederhana, lem sealant adalah material yang menggabungkan dua fungsi dalam satu produk, yaitu sebagai perekat (adhesive) dan penyegel (sealant). Saat diaplikasikan pada sambungan atau celah, silen akan mengisi ruang kosong, kemudian mengering dan membentuk lapisan yang tetap fleksibel. Fleksibilitas inilah yang membedakannya dari lem konvensional yang cenderung mengeras dan mudah retak ketika material bergerak.

Dalam dunia konstruksi, kemampuan tersebut sangat penting karena hampir semua material bangunan mengalami perubahan ukuran akibat suhu dan kelembapan. Aluminium dapat memuai ketika terkena panas, kaca dapat mengalami sedikit pergerakan, sementara beton juga mengalami penyusutan seiring waktu. Apabila menggunakan perekat yang tidak elastis, sambungan berisiko retak atau bocor.

Oleh sebab itu, lem silen banyak digunakan untuk menjaga sambungan tetap rapat sekaligus melindungi bangunan dari masuknya air, udara, debu, maupun kotoran.

Fungsi Lem Sealant pada Berbagai Aplikasi

Penggunaan lem sealant tidak hanya terbatas pada satu jenis pekerjaan. Produk ini dirancang untuk berbagai kebutuhan konstruksi maupun renovasi karena mampu memberikan daya rekat sekaligus perlindungan pada sambungan.

Beberapa fungsi utama lem sealant antara lain:

  • Merekatkan dua material dengan kuat.
  • Menutup celah agar tidak terjadi kebocoran air maupun udara.
  • Mengurangi risiko retak pada sambungan akibat pergerakan material.
  • Melindungi sambungan dari debu, kelembapan, dan cuaca.
  • Memberikan hasil finishing yang lebih rapi dan profesional.

Dalam praktiknya, lem sealant dapat diaplikasikan pada berbagai material, seperti:

  • kaca dan cermin;
  • aluminium;
  • Aluminium Composite Panel (ACP);
  • beton;
  • batu alam dan granit;
  • keramik;
  • PVC dan uPVC;
  • beberapa jenis panel dekoratif.

Pada pemasangan ACP misalnya, sealant tidak hanya berfungsi mempercantik tampilan sambungan antar panel, tetapi juga membantu mencegah masuknya air hujan ke dalam struktur bangunan. Karena alasan tersebut, aplikator umumnya memilih sealant yang memiliki elastisitas tinggi dan tahan terhadap cuaca luar ruangan.

Sementara itu, pada pemasangan kaca, sealant membantu menjaga posisi kaca tetap stabil sekaligus menutup celah agar air dan udara tidak mudah masuk. Itulah sebabnya banyak orang mengenalnya sebagai lem kaca, meskipun sebenarnya fungsi silen lebih luas dibandingkan lem kaca biasa.

Jenis-Jenis Lem Sealant

Tidak semua lem sealant memiliki formulasi yang sama. Masing-masing dikembangkan untuk kebutuhan aplikasi yang berbeda sehingga pemilihan jenis yang tepat akan memengaruhi daya rekat, ketahanan, serta umur sambungan.

Jenis SealantCocok Digunakan PadaKarakteristik
Sealant AsamKaca dan material non-poriDaya rekat baik, proses curing relatif cepat
Sealant NetralAluminium, ACP, beton, batu alamTidak bersifat korosif dan tahan cuaca
MS SealantLogam, panel, berbagai materialDaya rekat tinggi dan sangat elastis
Acrylic SealantDinding dan plafon interiorDapat dicat setelah mengering
Adhesive SealantPanel dekoratif dan berbagai material bangunanMenggabungkan fungsi perekat dan penyegel

Sealant Asam

Sealant asam atau acetoxy silicone merupakan salah satu jenis yang paling umum digunakan sebagai lem kaca. Produk ini memiliki daya rekat yang baik pada kaca serta berbagai material non-pori. Selain itu, proses pembentukan lapisan awalnya relatif cepat sehingga sering dipilih untuk pekerjaan pemasangan kaca.

Namun, sealant asam kurang direkomendasikan untuk beberapa jenis logam karena kandungan asamnya dapat memicu korosi pada material tertentu.

asam

Sealant Netral

Sealant netral menjadi pilihan utama untuk berbagai aplikasi konstruksi karena memiliki kompatibilitas yang lebih luas. Jenis ini dapat digunakan pada aluminium, ACP, beton, batu alam, maupun berbagai material lainnya tanpa menimbulkan risiko korosi.

Dalam proyek fasad bangunan, aplikator lebih sering memilih sealant netral karena mampu bertahan terhadap paparan sinar UV, hujan, serta perubahan suhu yang terjadi setiap hari.

netral

MS Sealant

MS sealant merupakan perkembangan teknologi sealant modern yang menggabungkan daya rekat tinggi dengan elastisitas yang sangat baik. Produk ini banyak digunakan pada aplikasi yang membutuhkan sambungan kuat sekaligus fleksibel.

Selain memiliki daya rekat yang baik pada berbagai material, MS sealant juga dikenal memiliki ketahanan terhadap cuaca sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan interior maupun eksterior.

ms

Acrylic Sealant

Acrylic sealant lebih banyak digunakan pada pekerjaan finishing interior, seperti menutup retakan kecil pada dinding, plafon, maupun kusen. Salah satu keunggulannya adalah permukaan sealant dapat dicat setelah benar-benar mengering sehingga hasil akhirnya terlihat lebih rapi.

acrylic

Adhesive Sealant

Berbeda dengan sealant pada umumnya, adhesive sealant lebih menonjolkan kemampuan merekatkan material. Produk ini sering digunakan untuk memasang panel dekoratif, lis, maupun berbagai komponen bangunan tanpa memerlukan paku atau sekrup. Oleh karena itu, ketika seseorang mencari informasi mengenai adhesive sealant, yang dimaksud biasanya adalah sealant dengan daya rekat tinggi namun tetap memiliki sifat elastis.

adhesive

Berapa Lama Lem Sealant Kering?

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul di Google adalah berapa jam lem silikon kering, berapa jam sealant kering, berapa lama kering lem sealant, hingga berapa lama kering lem kaca aquarium. Jawabannya tidak selalu sama karena dipengaruhi oleh jenis sealant, ketebalan aplikasi, suhu, dan kelembapan udara.

Secara umum, proses pengeringan lem sealant terdiri dari beberapa tahap.

Tahap PengeringanEstimasi Waktu
Skin time (lapisan permukaan mulai terbentuk)5–20 menit
Mulai dapat disentuh (touch dry)1–3 jam*
Full cure (kering sempurna)Sekitar 24 jam atau lebih

*Waktu dapat berbeda tergantung jenis produk dan kondisi lingkungan.

Perlu dipahami bahwa skin time bukan berarti silen sudah benar-benar kering. Pada tahap ini, hanya permukaan luar yang mulai mengeras, sedangkan bagian dalam masih memerlukan waktu untuk curing.

Jika Anda bertanya berapa jam lem kaca kering, sebaiknya tunggu hingga proses curing selesai sebelum sambungan menerima beban atau terkena air secara terus-menerus. Hal yang sama juga berlaku untuk pencarian berapa lama kering lem kaca aquarium. Aquarium sebaiknya baru diisi air setelah sealant benar-benar mengering sesuai petunjuk dari produsennya agar daya rekat dan keamanan sambungan tetap optimal.

Selain jenis sealant, beberapa faktor berikut juga memengaruhi waktu pengeringan:

  • ketebalan aplikasi;
  • suhu ruangan;
  • kelembapan udara;
  • sirkulasi udara di sekitar area pemasangan.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menggunakan Lem Sealant

Memilih produk yang tepat saja belum cukup. Kesalahan saat aplikasi dapat menyebabkan daya rekat berkurang, sambungan mudah bocor, atau silen cepat rusak.

Beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan antara lain:

Permukaan belum bersih

Debu, minyak, dan sisa material lama dapat mengurangi daya rekat sealant. Pastikan permukaan telah dibersihkan sebelum aplikasi.

Menggunakan jenis sealant yang tidak sesuai

Tidak semua sealant cocok untuk semua material. Misalnya, pada pemasangan ACP dan aluminium, sealant netral umumnya lebih direkomendasikan karena tidak bersifat korosif.

Memberikan beban terlalu cepat

Banyak pengguna mengira silen sudah kuat setelah permukaannya mengering. Padahal, proses curing masih berlangsung sehingga sambungan sebaiknya tidak langsung menerima beban berat.

Aplikasi terlalu tipis atau terlalu tebal

Lapisan yang terlalu tipis dapat mengurangi kemampuan menyegel, sedangkan aplikasi yang terlalu tebal membuat proses curing menjadi lebih lama.

lem sealant

Tips Menggunakan Lem Sealant agar Hasil Lebih Rapi

Agar hasil aplikasi lebih maksimal, beberapa langkah sederhana berikut dapat diterapkan.

  • Bersihkan permukaan dari debu, minyak, dan kelembapan.
  • Gunakan masking tape di kedua sisi sambungan agar hasil lebih rapi.
  • Potong ujung nozzle sekitar 45 derajat sesuai lebar celah.
  • Aplikasikan sealant secara stabil menggunakan sealant gun.
  • Ratakan permukaan sealant sebelum skin time berakhir.
  • Biarkan sealant curing sesuai rekomendasi sebelum terkena air atau beban.

Langkah-langkah tersebut sering diterapkan oleh aplikator profesional untuk menghasilkan sambungan yang rapi sekaligus memiliki daya tahan yang lebih baik.

Cara Memilih Lem Sealant yang Tepat

Setiap proyek memiliki kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, memilih lem sealant sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi:

Jenis material

Pastikan sealant kompatibel dengan material yang digunakan, seperti kaca, aluminium, ACP, beton, keramik, atau batu alam.

Lokasi penggunaan

Untuk area luar ruangan, pilih sealant yang memiliki ketahanan terhadap sinar UV, hujan, dan perubahan suhu.

Elastisitas

Material seperti aluminium dan ACP dapat mengalami pemuaian. Karena itu, dibutuhkan sealant yang tetap elastis agar sambungan tidak mudah retak.

Kebutuhan aplikasi

Apabila membutuhkan fungsi perekat sekaligus penyegel, adhesive sealant dapat menjadi pilihan yang tepat.

Dalam praktiknya, aplikator biasanya menyesuaikan jenis sealant dengan karakteristik material. Pada pemasangan fasad ACP misalnya, penggunaan sealant netral lebih umum dipilih karena memiliki kompatibilitas yang baik dengan aluminium serta mampu mengikuti pergerakan panel akibat perubahan suhu.

Berapa Harga Lem Silikon?

Selain fungsi dan jenisnya, banyak orang juga mencari informasi berapa harga lem silikon atau hanya mengetik berapa harganya di mesin pencari.

Harga lem sealant dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • jenis sealant;
  • ukuran kemasan;
  • spesifikasi produk;
  • teknologi formulasi;
  • kebutuhan aplikasi.

Sealant untuk kebutuhan rumah tangga tentu memiliki spesifikasi yang berbeda dengan sealant yang dirancang untuk proyek konstruksi atau fasad bangunan. Oleh karena itu, memilih produk berdasarkan kecocokan aplikasi biasanya lebih menguntungkan dibandingkan hanya berfokus pada harga.

lem sealant

Mengapa Memilih Sealant GRH?

Selain memilih jenis sealant yang tepat, penting juga memastikan produk berasal dari distributor yang terpercaya.

Sebagai distributor material bangunan di Indonesia, PT Grha Sinar Arya menyediakan berbagai pilihan sealant dengan merek GRH yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konstruksi, interior, maupun eksterior. Pilihan produknya meliputi sealant asam, sealant netral, MS sealant, acrylic sealant, hingga adhesive sealant sehingga dapat disesuaikan dengan karakteristik material dan kebutuhan aplikasi.

Dalam berbagai pekerjaan, mulai dari pemasangan kaca, aluminium, ACP, beton, hingga panel dekoratif, merk GRH menawarkan pilihan produk yang membantu menghasilkan sambungan lebih rapi, kuat, dan tahan terhadap berbagai kondisi penggunaan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu lem sealant?

Lem sealant adalah material yang berfungsi sebagai perekat sekaligus penyegel celah sehingga sambungan menjadi lebih rapat, elastis, dan tahan terhadap air maupun udara.

Apakah lem sealant tahan air?

Ya. Sebagian besar silicone sealant dirancang untuk membantu mencegah masuknya air pada sambungan. Namun, pilih jenis sealant yang sesuai dengan lokasi penggunaannya.

Berapa lama lem sealant kering?

Permukaan biasanya mulai membentuk lapisan dalam waktu sekitar 5–20 menit, sedangkan proses curing sempurna umumnya membutuhkan sekitar 24 jam atau lebih, tergantung jenis produk dan kondisi lingkungan.

Sealant asam atau sealant netral, mana yang lebih baik?

Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Sealant asam lebih sering digunakan pada kaca, sedangkan sealant netral umumnya menjadi pilihan untuk aluminium, ACP, beton, dan berbagai material konstruksi lainnya.

Apakah lem sealant bisa digunakan untuk ACP?

Bisa. Pada pemasangan ACP, sealant digunakan untuk menutup sambungan antar panel sekaligus membantu mencegah masuknya air ke dalam konstruksi. Jenis yang umum digunakan adalah sealant netral.

lem sealant

Lem sealant merupakan solusi yang menggabungkan fungsi perekat dan penyegel dalam satu produk sehingga banyak digunakan pada berbagai pekerjaan konstruksi maupun renovasi. Dengan memahami jenis, fungsi, waktu pengeringan, cara memilih, hingga teknik aplikasi yang benar, Anda dapat memperoleh sambungan yang lebih kuat, rapi, dan memiliki daya tahan yang lebih baik.

Apabila Anda membutuhkan sealant untuk kaca, aluminium, ACP, beton, maupun material bangunan lainnya, pastikan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi. Menggunakan produk dari distributor terpercaya seperti PT Grha Sinar Arya dengan merek GRH dapat membantu Anda memperoleh solusi sealant yang tepat untuk berbagai jenis pekerjaan, baik skala rumah tinggal maupun proyek konstruksi yang lebih besar.

 

 

Terima kasih telah membaca artikel ini sampai akhir. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan Anda tentang Lem Sealant. Nantikan berbagai info dan inspirasi-inspirasi lainnya hanya di acpgoodsense.com.

 

PT. GRHA SINAR ARYA
0811 6902 888